BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kajian Teori Permainan Bola Basket Menurut Sutanto

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teori
Permainan Bola Basket
Menurut Sutanto (2016), Permainan bola basket merupakan salah satu olahraga beregu yang dimainkan oleh 2 tim dengan masing-masing terdiri dari 5 pemain inti. Bola basket dapat dimainkan oleh putra atau putri. Tujuan permainan bola basket adalah memasukan bola ke dalam keranjang sebanyak mungkin, serta menahan serangan lawan agar tidak memasukan bola kedalam keranjang dengan cara lempar tangkap, menggiring, dan menembak. Luas lapangan yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 28m x 15m dengan lantai dasar terbuat dari tanah, lantai, atau papan yang dikeraskan dan dimainkan dalam waktu 4 x 10menit.

Awalnya permainan bola basket dianggap sebagai olahraga yang unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga bernama Dr. James Naismith asal Kanada pada tahun 1891 yang sedang mengajar di sebuah perguruan tinggi di YMCA (sebuah sekolah khusus pemuda kristiani) di Springfield, Massachussets, ia harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi pada permainannya waktu kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Dahulu, setelah menolak beberapa gagasan yang dianggap kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, Naismith mulai menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk memainkan permainan tersebut dengan melemparkan bola menuju keranjang yang terpasang di dinding gelanggang.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pertandingan bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah satu muridnya untuk permainan tersebut. Olahraga ini pun langsung terkenal di wilayah Amerika Serikat. Pertandingan-pertandinganpun mulai banyak diselenggarakan di seluruh kota di Amerika Serikat.
Saat ini olahraga bola basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan slam dink atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakkan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bias dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.

Teknik Dasar Bola Basket
Suatu tim pada permainan bola basket yang ingin memasukan bola ke dalam keranjang lawan dengan jumlah yang banyak dengan menggunakan cara yang efektif dan efisien maka salah satunya diperlukan penguasaan teknik dasar yang baik. Seperti yang dikemukakan oleh Ahmadi (2007), untuk menjadi tim bola basket yang handal, ada salah satu faktor utama yang harus dipenuhi oleh seorang pemain bola basket diantaranya adalah penguasaan teknik dasar (fundamentals) yang baik. Menurut Wissel (2009), teknik dasar bola basket terdiri dari gerakan kaki (footwork), menembak bola ke dalam keranjang (shooting), melempar (passing), menangkap, menggiring (dribble), bergerak dengan bola, bergerak tanpa bola, dan bertahan.

Teknik Menggiring Bola Basket (Dribble)
Salah satu teknik membuat pertahan lawan menjadi renggang dan berantakan, selain dengan menggunakan operan (pasiing) juga dapat dilakukan dengan menggiring bola (dribble). Menurut Jon Oliver (2007), Menggiring bola adalah salah satu teknik dasar yang diajarkan kepada pemula, karena ketrampilan ini sangat penting bagi setiap pemain yang terlibat dalam pertandingan bola basket. Berkaitan dengan menggiring bola, Sutanto (2016), menyatakan bahwa menggiring bola merupakan suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya adalah dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Menggiring bola basket dibagi menjadi du acara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan, sedangkan menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
Sarumpaet dkk (1992) dalam Santosa (2011), mengatakan bahwa dalam menggiring bola basket hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan kanan saja atau kiri saja dan dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri. Sutanto (2016), mengatakan bahwa menggiring bola dipengaruhi oleh kontrol pada tangan seperti: kekuatan siku, pergelangan tangan, telapak tangan, jari-jari, sedikit bantuan bahu, dan mata tidak melihat ke arah bola., untuk meningkatkan permainan bola basket yaitu saat melakukan gerakan menggiring bola menggunakan tangan yang lemah, gunakanlah tubuh sebagai pelindung untuk melindungi bola dari serangan lawan (Winarno, 2013). Menurut Kosasih (2008) dalam Santoso (2012), banyak teknik menggiring bola yang harus dikuasai oleh setiap pemain bola basket untuk memberikan permainan yang baik dan menarik serta dapat menguntungkan tim antara lain:
Low Dribble adalah dribble yang menggunakan awal posisi kaki satu telapak didepan berguna untuk mempercepat perpindahan gerak atau arah. Dribble dilakukan dengan irama konstan dengan satu tangan melindungi bola.

Power Dribble adalah gabungan gerakan dari low dribble, spin dribble dan crossover dribble.

Speed Dribble adalah tipe dribble yang menggunakan kecepatan berlari yang tinggi.Change of Pace Dribble adalah pemain dapat melakukan pergantian kecepatan dalam melakukan dribble.

Crossover Dribble adalah pemain melakukan dribble kesalah satu arah dari lawan jaga lalu merubah kearah sebaliknya dengan cepat.

Hand and Shoulders Move adalah dribble menggunakan perpindahan tangan dengan cepat tetapi terlebih dahulu dilakukan gerakan tipuan oleh kepala.

Spin Dribble adalah gerakan memoros saat mendekati lawan dan memutar arah badan menuju kedepan.

Behind Dribble adalah mengganti arah dribble dengan mengarahkan bola kebelakang badan sehingga bola melewati belakang tubuh saat melakukan pergantian gerakan dribble.

Between the Legs Dribble adalah dribble yang dilakukan melewati bawah kaki saat melakukan perpindahan dribble.

Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa hal terpenting dalam bermain bola basket adalah penguasaan teknik dasar (fundamental) kerena sangat berpengaruh bagi suatu tim pada permainan bola basket yang ingin memasukan bola kedalam keranjang lawan dengan jumlah yang banyak dengan menggunakan cara efektif dan efisien.
Koordinasi Mata Tangan
Dalam permainan bola basket seorang pemain selain harus menguasai teknik dasar yang benar juga dibutuhkan kondisi fisik yang baik, seperti halnya koordinasi mata tangan. Hampir semua cabang olahraga memerlukan koordinasi”. Sukadiyanto (2002) dalam Saputra (2016), menyatakan bahwa “Menggunakan kemampuan koordinasi, serangkaian gerakan dapat dilakukan dengan selaras, serasi, dan simultan, sehingga gerak yang dilakukan nampak luwes”. Koordinasi yang baik akan mampu mengkombinasikan beberapa gerakan yang kompleks secara baik dan halus tanpa mengeluarkan energi yang lebih. Irianto (2002) dalam Saputra (2016), mengatakan bahwa koordinasi adalah kemampuan melakukan gerak pada berbagai tingkat kesukaran dengan cepat dan tepat secara efisien. Menggiring bola memiliki banyak kombinasi gerakan, dari gerakan tungkai, gerakan badan saat melewati lawan, gerakan lengan, dan kepala saat memperhatikan situasi di lapangan permainan. Koordinasi mata tangan adalah kemampuan seseorang untuk menggabungkan daya lihat dan gerakan tangan kedalam suatu pola gerak yang efisien, kemampuan untuk melempar, memukul, menangkap dan menuntut hubungan kerja yang erat antara mata dan System Neomoscular. (Yunus, 1992) dalam Supriyanto dan Pardijono (2013). Menurut Bompa dalam Tatag Effendi (2010) dalam Yohatma (2013), mengemukakan bahwa dalam koordinasi mata tangan akan menghasilkan timming dan akurasi. Melalui timming yang baik, perkenaan antara tangan dengan bola akan sesuai dengan keinginan sehingga akan menghasilkan gerakan yang efektif. Akurasi akan menentukan tepat tidaknya obyek kepada sasaran yang dituju.

Panjang Tungkai
Panjang tungkai adalah ukuran panjang tungkai seseorang mulai dari alas kaki sampai dengan trochanter mayor, kira-kira pada bagian tulang yang terlebar di sebelah luar paha dan apabila paha digerakkan trochanter mayor dapat diraba dibagian atas dari tulang paha yang bergerak (Tim Anatomi, 2003) dalam Johan (2012). Panjang tungkai merupakan bagian dari postur tubuh yaitu sebagai salah satu anggota gerak bawah yang memiliki peran dalam kemampuan menggiring bola basket. Sebagai anggota gerak bawah, panjang tungkai berfungsi sebagai penopang gerak anggota tubuh bagian atas, serta penentu gerakan baik berjalan, berlari, dan melompat. Dalam gerak permainan bola basket, ukuran tungkai yang panjang memberikan keuntungan dalam jangkauan langkahnya, karena pada dasarnya seseorang yang mempunyai tungkai yang panjang akan dapat mencapai langkah yang panjang dibandingkan dengan orang yang mempunyai tungkai yang pendek (Fauzan, 2015). Soedarminto (1997) dalam Mahar (2010), mengatakan bahwa makin cepat seseorang berlari, maka makin panjang langkahnya. Bompa (1994) dalam Johan (2012), mengatakan bahwa indikator yang perlu diperhatikan dalam setiap cabang olahraga adalah tinggi badan, berat badan, dan power atlet.

Karakteristik Siswa SMP
Menurut Sukintaka (1992) dalam Asnando (2016), anak tingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) atau SMP (Sekolah Menengah Pertama) berumur antara 13 sampai 15 tahun, pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada pertumbuhan fisiknya.

Berikut karakteristik secara jasmani pada anak usia SMP, yaitu:
Putra atau putri mengalami perkembangan fisik pada otot-otot tubuh.

Membutuhkan pengaturan istirahat yang baik.

Sering menampilkan kecanggungan dan koordinasi yang kurang baik.

Merasa mempunyai ketahanan dan sumber energi tak terbatas.

Mudah lelah tetapi tidak dihiraukan.

Anak laki-laki mempunyai kecepatan dan kekuatan otot yang lebih baik daripada putri.

Kesiapan dan kematangan untuk keterampilan bermain menjadi lebih baik.

Kerangka Teori
Menggiring bola merupakan teknik dasar yang paling sering digunakan oleh tim untuk membawa bola kedepan memasuki daerah pertahanan lawan, seorang pemain bola basket untuk dapat menerobos pertahanan lawan dibutuhkan gerak yang efektif dan efisien. Seorang pemain bola basket saat melakukan gerakan menggiring bola sebaiknya tanpa melihat ke arah bola, karena dalam menggiring bola membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan, koordinasi tersebut digunakan saat lawan mulai mendekat, mata mengirimkan sinyal ke otak untuk memerintah tangan melakukan gerakkan menggiring bola yang sesuai agar bola tidak dapat diambil oleh lawan. Pemain bola basket yang mempunyai tungkai panjang memiliki kelebihan dari seseorang yang mempunyai tungkai yang pendek, karena seseorang yang memiliki tungkai panjang akan mudah untuk melakukan beberapa jenis menggiring bola untuk menerobos pertahanan lawan. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa kemampuan menggiring dapat dipengaruhi oleh koordinasi mata tangan dan panjang tungkai yang dimiliki seseorang, melakukan teknik dasar menggiring bola dengan baik harus didukung dengan kemampuan koordinasi yang baik supaya menghasilkan gerakan yang harmonis dan berkesinambungan. Dengan demikian diduga ada hubungan antara kemampuan koordinasi mata tangan dan panjang tungkai dengan kemampuan menggiring bola pada permainan bola basket.
Kerangka Konsep
X1

Y

X2

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Penelitian (Sugiyono, 2017)
Keterangan : X1 : Koordinasi Mata Tangan
X2 : Panjang Tungkai
Y : Menggiring Bola
Hipotesis
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dijelaskan diatas, maka hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini adalah:
Terdapat hubungan antara kemampuan koordinasi mata tangan dengan kemampuan menggiring bola pada permainan bola basket siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kembaran..

Terdapat hubungan antara panjang tungkai dengan kemampuan menggiring bola pada permainan bola basket siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kembaran.

Terdapat hubungan antara kemampuan koordinasi mata tangan dan panjang tungkai secara bersama-sama dengan kemampuan menggiring bola pada permainan bola basket siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kembaran.

x

Hi!
I'm Erick!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out