BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan yang terjadi dalam dunia kerja tidak jarang menyebabkan timbulnya berbagai persoalan

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan yang terjadi dalam dunia kerja tidak jarang menyebabkan timbulnya berbagai persoalan. Banyak kasus yang menggambarkan bahwa perusahaan memiliki kecenderungan untuk mendahulukan kepentingan serta menghalalkan segala cara agar dapat memperoleh keuntungan yang banyak. Hal tersebut dilakukan tanpa memikirkan prinsip keadilan, keterbukaan, dan beberapa hal yang sudah menjadi landasan dalam bisnis yang sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, perkembangan juga menyebabkan timbulnya persoalan yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam perusahaan. Persoalan tersebut dapat menghambat tercapainya tujuan perusahaan secara maksimal. Permasalahan yang dapat menghambat tercapainya tujuan perusahaan salah satunya yaitu kinerja baik dan optimal yang tidak dimiliki oleh para karyawan. Berbagai persoalan sumber daya manusia muncul dalam perusahaan, seperti: adanya karyawan pasif (menunggu orang lain membantu melakukan pekerjaannya), adanya kelalaian terhadap waktu, adanya hubungan yang kurang baik antar rekan kerja, adanya sikap mengeluh terhadap pekerjaan yang terkadang dipengaruhi oleh pekerjaan yang monoton yang mereka dapatkan, adanya ketidakjujuran serta kecurangan yang berujung pada terjadinya KKN, dan lain sebagainya. Kondisi seperti ini dapat dikatakan bahwa karyawan tersebut belum memiliki kinerja yang baik.

Perilaku manusia senantiasa diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Akan tetapi, adanya keterbatasan yang dimiliki oleh manusia menjadi masalah dalam mencapai tujuan tersebut. Masing-masing individu memiliki kemampuan untuk berpikir, memandang sesuatu serta bertingkah laku dengan cara tertentu dan unik. Hal itulah yang membedakan kepribadian antar individu. Dalam melaksanakan pekerjaan, setiap karyawan memiliki kinerja yang berbeda-beda. Ada karyawan yang amanah, jujur, dan adil, ada karyawan yang tanpa diperingatkan akan langsung mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya tanpa bantuan orang lain, ada karyawan yang aktif dan inisiatif sehingga menghasilkan ide-ide bagi perusahaan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa karyawan memiliki kinerja yang baik.
Dalam sebuah perusahaan, karyawan merupakan salah satu unsur terpenting serta aset berharga yang dimiliki. Hal tersebut yang menjadi tolak ukur perusahaan dalam menerima karyawan. Perusahaan membutuhkan karyawan yang berkualitas, yakni karyawan yang kompeten, handal, visioner, serta harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan visi dan misi dari perusahaaan. Dibalik keberhasilan suatu perusahaan terdapat karyawan yang memiliki kinerja baik dan optimal. Kinerja karyawan yang baik akan sangat menunjang perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Walaupun suatu perusahaan memiliki produk berkualitas dengan manajemen yang tepat, namun apabila karyawan tidak memiliki kinerja yang baik dalam dirinya, hal ini tidak menjamin perusahaan tersebut mampu bertahan lama, sebab kinerja karyawan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Oleh karenanya, perusahaan perlu memperhatikan kinerja dari setiap karyawannya.

Dalam mencapai keberhasilannya, perusahaan berusaha untuk meningkatkan kinerja para karyawannya. Perusahaan membutuhkan pendekatan sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja karyawannya. Menurut pendapat Mangkunegara, di era globalisasi saat ini, pencapaian kerja individu dan organisasi perlu dilandaskan pada pendekatan psikologi dan organisasi, pendekatan budaya serta agama. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan ialah pendekatan agama.

Agama berperan penting dalam proses kehidupan manusia. Agama yang merupakan pedoman bagi kehidupan manusia telah mengatur pola hidup manusia, baik dalam hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia, maupun dengan alam sekitarnya. Keterikatan individu manusia dengan agama menciptakan penghayatan kepada ajarannya yang berpengaruh terhadap tindakan serta pandangan hidup. Penghayatan terhadap ajaran agama memunculkan sikap keagamaan yaitu suatu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama.
Agama berperan pada kehidupan masyarakat di berbagai bidang, salah satunya pada bidang ekonomi. Sebagai penyempurna agama-agama terdahulu, Islam sangat memperhatikan umatnya dalam melakukan kegiatan, salah satunya bermuamalah. Kegiatan muamalah bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia tetapi juga sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Islam menganjurkan untuk mengatur muamalah di antara sesama manusia atas dasar amanah, jujur, adil, memberikan kemerdekaan dalam bermuamalah serta bebas dari riba.

Prof. Dr. H. Jalaluddin menjelaskan di dalam bukunya bahwa “ajaran agama yang sudah menjadi keyakinan mendalam akan mendorong seseorang atau kelompok untuk mengejar tingkat kehidupan yang lebih baik”.

Dari pemaparan di atas, dapat dilihat betapa pentingnya kehidupan agama dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya, dalam sebuah asosiasi seperti perusahaan, lembaga dan sebagainya, harus berusaha untuk menyediakan fasilitas-fasilitas keagamaan untuk para individu yang ada di dalamnya. Perusahaan yang pada mulanya sebagai tempat bekerja atau mencari rizki, kini perusahaan juga dapat menjadi wadah dalam menanamkan nilai-nilai ajaran Islam.

Musa Asyari menjelaskan bahwa terbentuknya kepribadian yang baik tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan serta prestasi yang berhubungan dengan profesi dan dunia kerja, akan tetapi ditentukan juga oleh faktor-faktor yang berhubungan erat dengan inner life-nya, suasana batin dan semangat hidup yang bersumber kepada iman”.
Dari penjelasan yang dikemukakan oleh Musa Asy’arie, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor lain dalam terbentuknya kepribadian yang baik yaitu faktor yang bersumber pada iman yakni agama. Oleh karenanya, agama diperlukan untuk meningkatkan kualitas kinerja dari karyawan sebuah perusahaan.
Kepedulian perusahaan terhadap agama salah satunya dibuktikan dengan dibentuknya kegiatan keagamaan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja karyawan sehingga karyawan memiliki kinerja baik yang dapat diwujudkan dalam penyelenggaraan pembangunan, pemberdayaan dan pelayanan masyarakat serta pelaksanaan tugas dan kewajiban seorang karyawan.
Kegiatan keagamaan juga dilakukan oleh PT Tip Top Supermarket Rawamangun dengan harapan karyawan dapat meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih baik, yang sesuai dengan syariat Islam sehingga dapat membantu pencapaian keberhasilan perusahaan. Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan oleh organisasi yang berada di bawah manajemen perusahan yaitu Ikatan Keluarga Muslim Tip Top. Dari hasil survey dan wawancara dengan ketua organisasi Ikatan Keluarga Muslim Tip Top (IKMT) Rawamangun didapatkan data program kegiatan keagamaan guna meningkatkan kinerja karyawan, yaitu:
Tabel 1.1
Kegiatan Keagamaan PT Tip Top Supermarket Rawamangun
Kegiatan Keagamaan Waktu Keterangan
Tahsin al-Qur’an Senin-Kamis Pagi Dilakukan oleh seluruh karyawan
Pengajian Hadis Jumat Pagi Dilakukan oleh seluruh karyawan
Pengajian Mingguan Sabtu Pagi Dilakukan oleh seluruh karyawan
Walaupun sudah ada upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan, namun sasaran penerapannya belum sepenuhnya dipahami dan diterapkan oleh setiap karyawan. Salah satunya adalah berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan secara acak terhadap 5 orang karyawan PT Tip Top Supermarket Rawamangun, hanya 3 orang yang beranggapan bahwa tujuan utama bekerja adalah untuk beribadah dan bukan hanya untuk mendapatkan uang semata, sedangkan selebihnya beranggapan bahwa bekerja hanyalah untuk mendapatkan uang, dan rata-rata diantaranya memiliki pandangan bahwa bekerja dan beribadah bukanlah menjadi satu kesatuan utuh. Hal ini terjadi karena masih rendahnyaa pemahaman dan penerapan etos kerja Islam dalam diri karyawan di PT Tip Top Supermarket Rawamangun.

Dari data-data diatas peneliti beranggapan bahwa hal ini terjadi karena masih kurangnya penerapan etos kerja islam dalam diri karyawan. Dengan demikian, setelah memperhatikan uraian-uraian tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Intensitas Mengikuti Kegiatan Keagamaan Ikatan Keluarga Muslim Tip Top (IKMT) Terhadap Kinerja Karyawan di PT Tip Top Supermarket Rawamangun”
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka timbul beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi antara lain:
Bagaimana peran agama Islam dalam meningkatkan kualitas kinerja karyawan?
Bagaimana PT Tip Top Supermarket Rawamangun mengembangkan tingkat pemahaman dari kondisi spiritual karyawan dalam memahami etos kerja Islami sehingga dapat memengaruhi kinerja karyawan untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik?
Apa faktor pendukung dan penghambat PT Tip Top Supermarket Rawamangun dalam mengembangkan pemahaman etos kerja Islami pada karyawan?
Apa upaya yang dilakukan PT Tip Top Supermarket Rawamangun dalam mengembangkan pemahaman etos kerja Islami pada karyawan?
Apakah kinerja karyawan PT Tip Top Supermarket Rawamangun dapat dipengaruhi oleh etos kerja Islami?
Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka penulis membatasi subjek penelitian yang terfokus kepada pengaruh etos kerja Islami terhadap kinerja karyawan PT Tip Top Supermarket Rawamangun.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini ialah bagaimanakah pengaruh etos kerja Islami terhadap kinerja karyawan di PT Tip Top Supermarket Rawamangun?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan pemaparan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan membuktikan secara empiris pengaruh etos kerja Islami terhadap kinerja karyawan di PT Tip Top Supermarket Rawamangun.

Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

Manfaat Teoritis
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta memberikan sumbangan bagi perkembangan penelitian. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan bahan bacaan, referensi, kajian serta rujukan akademis.

Manfaat Praktis
Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pengaruh etos kerja Islam terhadap kinerja karyawan yang ada di PT Tip Top Supermarket Rawamangun. Informasi dari hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai acuan dalam membentuk para karyawan dan bila dalam penelitian ini hipotesis diterima, maka etos kerja Islam dapat dijadikan salah satu teknik untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Sistematika Penulisan
Pada umumnya, suatu pembahasan karya ilmiah memerlukan suatu bentuk penulisan yang sistematis sehingga penelitian ini lebih terarah dan tidak menyimpang dari tujuannya. Oleh karena itu, penulis menyusun sistematika penulisan ini ke dalam 5 bab, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam pendahuluan ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : KAJIAN TEORI
Dalam bab dua ini penulis akan menggambarkan tentang tinjauan pustaka/penelitian terdahulu, tinjauan mengenai etika kerja Islami, tinjauan mengenai kinerja karyawan, dan hipotesis.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab tiga ini berisi tentang metodologi yang digunakan penulis dalam meneliti meliputi beberapa hal diantaranya tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, serta hipotesis statistik.

BAB IV : HASIL PENELITIAN
Pada bab ini berisi hasil penelitian penulis mengenai pengaruh kegiatan keagamaan IKMT terhadap kinerja karyawan PT Tip Top Supermarket Rawamangun.

BAB V : PENUTUP
Pada bab lima ini merupakan penutup dari hasil tulisan penulis dengan memberikan kesimpulan hasil penelitian serta memberikan saran-saran.